Rabu, 13 Februari 2013

wawancara


      wawancara merupakan suatu kegiatan dimana terjadinya dialog antara 1 orang atau lebih dengan narasumber. berikut contohnya kawan.........
Tema : Budidaya Perikanan.
Judul : Budidaya Ikan Hias dan Ikan Konsumsi di Desa Serut.
Narasumber : Bapak Subandi.
Hari / Tanggal wawancara : Selasa, 29 Mei 2012.
Tempat wawancara : Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.
Penanya / Pewawancara :
1.      Diah Widiana (10)
2.      Fina Ratna Sari (16)
3.      Novi Amalia (23)
4.      Yulia Ni’mawati Nurul Hikmah (30)
Pokok-pokok wawancara :
            Penanya        : Kapan usaha tersebut dimulai?
            Narasumber  : Dimulai tahun 1989.
            Penanya        : Berapa modal awalnya?
            Narasumber  : Modal awalnya Rp 25.000,-
            Penanya        : Apa keulitan dalam menjalankan usaha tersebut?
            Narasumber  : Pembeli kurang sportif, seringkali menghutang dan tidak membayarnya.
                                    Perubahan cuaca.
                                    Penyaakit-penyakit ikan yang sulit disembuhkan misal, cacar dan kutu.
Penanya        : Apakah usaha ini sebagai mata pencaharian pokok atau usaha      sampingan?
            Narasumber  : Hanya usaha sampingan saja.
            Penanya        : Mengapa bapak tertarik menggeluti usaha ini?
Narasumber  : Karena pada mulanya ini adalah hobi, dan dengan kesenangan itulah saya mendapatkan keuntungan. Jadi, usaha ini adalah sebuah hobi yang          menghasilkan keuntungan.
Penanya        : Apakah keuntungan cukup menjanjikan?
Narasumber  : Iya, sangat menjanjikan. Dengan modal yang lumayan sedikit, bisa menghasilkan keuntungan yang banyak. Yang terpenting harus telaten dalam menjalankan usaha seperti ini.
Penanya        : Jenis ikan apa saja yang dibudidayakn?
Narasumber  : Ada ikan hias dan ikan konsumsi. Ikan hias antara lain, moli, balon, lemon, koi, rainbow, dan piranha. Ikan konsumsi ada gurami.
Penanya        : Alat – alat apa saja yangdiperlukan?
Narasumber  : Masing – masing ikan berbeda perawatannya. Berdasarkan jenis meliputi, perbedaan pakan, kedalaman air, suhu, dan umur.
Penanya        : Berapa bulan ikan dapat dipanen?
Narasumber  : Ikan hias dapat dipanen antara 4 sampai dengan 5 bulan.
Penanya        : Dimana bapak membudidayakan ikan – ikan tersebut.
Narasumber  : Di kolam saya sendiri.
Penanya        : Jenis ikan apa yang paling sulit dibudidayakan?
Narasumber  : Jenis ikan rainbow. Karena ikannya bagus, tapi perawatannya sulit sehingga para pedagang enggan membeli, namun harga pasaran ikan inilah yang paling tinggi. Ikan lemon juga demikian, kaduanya memerlukan teknik khusus dalam perawatan.
Penanya        : Bagaimana cara memasarkannya?
Narasumber  : Untuk ikan konsumsi biasanya dipasarkan dalam hitungan basah jika ikan sehat. Dan dalam hitungan kering jika kurang sehat. Sedangkan ikan hias dipasarkan per ekor berdasarkan ukurannya.
Penanya        : Kepada siapa ikan- ikan itu dipasarkan?
Narasumber  : Kepada para pedagang ikan.
Penanya        : Kemana saja ikan tersebut dipasarkan?
Narasumber  : Saat ini masih di Jawa dan luar Jawa saja.
Rangkuman :
Budidaya perikanan ini dimulai pada tahun 1989 dengan modal awal sebesar Rp 25.000,-.  Dalam menjalankan usaha tersebut ada juga hambatannya, mulai dari pembeli yang kurang sportif, perubahan cuaca, hingga penyakit-penyakit ikan yang sulit disembuhkan. Bagi Bapak Subandi, usaha ini ternyata hanya usaha sampingan saja. Budidaya ikan ini ternyata dimulai dari hobi yang akhirnya menuai keuntungan. Dengan modal yang sedikit, usaha ini dapat menghasilkan keuntungan yang banyak. Jenis ikan yang dibudidayakan adalah ikan hias dan ikan konsumsi. Ikan hias dipanen antara 4 sampai dengan 5 bulan. Jenis ikan rainbow dan lemon adalah yang paling sulit dibudidayakan. Saat ini pemasarannya masih di Jawa dan luar Jawa saja.

semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar